UPT OAIL

"Unit Pelaksana Teknis Observatorium Astronomi ITERA Lampung"

               

Mengenal dan Mengamati Komet C/2020 F8 (SWAN)


May 8th, 2020 | Posted by: oail


Hai sahabat langit, akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan fenomena langit yang menarik. Memang Bulan Mei ini adalah bulan yang terbaik untuk para pengamat langit, salah satu fenomena menarik yang diamati oleh UPT OAIL hari ini Rabu, 6 Mei 2020 pukul 04.55 WIB yaitu Komet C/2020 F8 (SWAN) dengan teleskop.

Komet tersebut akan semakin cerah dalam beberapa hari mendatang. Para astronom menyebutkan bahwa Komet SWAN merupakan komet terbaik yang bisa dilihat tahun ini dan bahkan akhir pertengahan Mei ini akan dapat menjadi target yang dapat diamati oleh mata telanjang. Komet itu akan melewati Bumi paling dekat pada 13 Mei dan paling dekat dengan matahari pada 27 Mei 2020.

Sahabat langit apa sih Komet SWAN itu? Kebanyakan orang kerap menyebut komet dengan istilah bintang berekor. Namun sebenarnya komet bukanlah bintang. Kenapa?
Yuk kita mengenal Komet SWAN lebih dalam! Simak berikut ini 👇🏻👇🏻

Secara umum, komet adalah sebutan untuk benda kecil tata surya yang memiliki aktivitas permukaan yaitu adanya gas, debu, atau es yang dilontarkan keluar dari pusat intinya. Komet biasanya memiliki orbit yang cukup lonjong. Periode orbit komet pun juga bervariasi, mulai dari skala tahunan hingga milyaran tahun. Komet periode pendek biasanya berasal dari bagian dari Sabuk Kuiper yaitu bagian Scattered Disk Objects yang berada di belakang orbit Neptunus. Contoh dari komet periode pendek seperti komet Halley dengan periode 76 tahun sekali. Terdapat pula komet periode panjang, yang berasal dari awan Oort, yaitu awan berbentuk bola yang berada di sisi paling luar Tata Surya kita.

Inti Komet 103P/Hartley yang mengeluarkan semburan debu dan gas.
Satelit SOHO
Satelit SOHO

Komet SWAN ditemukan dari gambar-gambar yang diambil oleh kamera SWAN (Solar Wind ANisotropies) di satelit pemantau Matahari SOHO (Solar and Heliospheric Observatory). Nama lengkap atau kode dari komet ini adalah C/2020 F8 (SWAN). Baigan depan nama ini adalah C yaitu kode untuk jenis komet non periodik. Pada aturan penamaan komet oleh IAU (International Astronomical Union), huruf depan komet dinamai berdasarkan jenisnya:

1. P untuk komet periodik (berarti komet tersebut memiliki orbit elips, dan memiliki orbit tertutup)
2. C untuk komet non-periodik (berarti komet tersebut memiliki orbit terbuka, parabolik, kemungkinan komet periode sangat panjang, bisa mencapai jutaan tahun).
3. X untuk komet yang tidak dapat dihitung elemen orbitnya.
4. D untuk komet yang telah hancur, terdisintegrasi, atau hilang.
5. A untuk objek yang sebelumnya dikategorikan komet, akan tetapi salah, dan menjadi planet minor dalam pengkategoriannya.
6. I untuk objek yang berasal dari Tata Surya, seperti 1I/Oumuamua dan I2/Borisov, bentuk orbit hiperbolik.

Kemudian setelah kode tersebut adalah kode tahun ditemukannya, yaitu 2020. Nah untuk selanjutnya ada kode bulan waktu ditemukannya, IAU memilih kode dwi mingguan. Misal pada bulan Januari, kodenya A dan B, Februari C dan D, Maret E dan F, dan seterusnya hingga Desember. Komet ini ditemukan pada periode dua minggu terakhir bulan Maret, oleh karena itu diberi nama F. Kemudian yang terakhir adalah angka urutan objek itu ditemukan, misal dalam kasus komet ini adalah angka 8, berarti ada ini adalah objek ke-8 yang ditemukan pada rentang waktu tersebut. Dan yang terakhir (SWAN) adalah kode untuk instrumen atau scientific project yang digunakan untuk menemukan objek tersebut. Berarti untuk komet ini, C/2020 F8 (SWAN) dapat kita baca sebagai komet non periodik ke 8 yang ditemukan pada tahun 2020 pada dwiminggu akhir bulan Maret oleh instrumen SWAN. Contoh lain misalkan komet C/2019 Y4 (ATLAS), berarti komet non periodik ke-4 yang ditemukan pada tahun 2019, pada dwiminggu akhir bulan Desember, dengan menggunakan instrumen atau survei ATLAS.

Simulasi orbit komet SWAN
Simulasi orbit komet SWAN

Komet SWAN melesat dengan kecepatan 48.996 kilometer per detik akan melintasi bumi dalam perjalanannya mengorbit matahari. Dari hasil pengamatan dan simulasi orbit, Komet ini kemungkinan berasal dari Oort Cloud, yang berjarak sekitar 100 ribu satuan astronomi (sa) atau 100 ribu kali jarak Bumi dan Matahari. Awan Oort adalah salah satu diantara tempat asal proto-komet yang akan jadi komet.S ecara keseluruhan ada miliaran komet yang mengorbit matahari. Mereka akan masuk ke dalam orbit karena gaya gravitasi matahari. Setiap komet memiliki kesamaan yaitu baguan beku di intinya yang disebut nukleus. Bagian itu terukur berdiameter beberapa kilometer saja. Bagian ini berisi es, gas beku dan sedikit debu. Sebuah komet akan menghambat dan mengembang menciptakan atmosfer atau coma seiring mendekat ke matahari. Panas matahari lalu akan membuat inti es pada komet berubah menjadi gas sehingga coma semakin besar atau berkembang hingga ratusan ribu kilometer. Tekanan dari sinar dan angin matahari yang berkecepatan tinggi. Debu dan gas dalam coma yang tertiup menjauhi matahari itu bisa sangat panjang dan terang terdiri dari gas dan ion yang pada akhirnya masyarakat menjuluki sebagai bintang berekor.

UPT OAIL berhasil mengabadikan komet SWAN yang terlihat dari ITERA. Kami menggunakan teleskop Lunt Engineering 80 ED f/7 yang memiliki diameter 80 mm dan panjang fokus 560 mm, dengan menggunakan kamera Canon 5D Mark IV. Berikut ini adalah hasil citra komet SWAN yang kami abadikan. Pada saat pengamatan, tanggal 6 Mei 2020 pukul 04.55 WIB komet berada di rasi Aquarius.

Citra komet C/2020 F8 (SWAN) yang difoto oleh tim UPT OAIL.

UPT OAIL tetap dan selalu eksis untuk menghadirkan citra obyek langit dan menyuguhkan edukasi astronomi bagi masyarakat Lampung khususnya dan Indonesia pada umumnya. [UPT OAIL]


Tinggalkan Komentar



Languages

Partners

instagram feed

No images found!
Try some other hashtag or username

Current Moon Phase


Full Moon
Full Moon

The moon is currently in Capricorn
The moon is 14 days old

Distance: 59 earth radii
Ecliptic latitude: -1 degrees
Ecliptic longitude: 287 degrees
Joe's
Copyright © 2016 UPT TIK - Institut Teknologi Sumatera (ITERA)
           
Translate »