UPT OAIL

"Unit Pelaksana Teknis Observatorium Astronomi ITERA Lampung"

               

Nebula Carina


April 28th, 2020 | Posted by: oail


Hai Sahabat Langit!

Kali ini, kami akan membahas tentang sebuah nebula yang cukup terang di belahan langit selatan. Para astronom menyebutnya dengan NGC 3372, Nebula Carina, atau Nebula Besar Carina, atau juga Nebula Eta Carina. Nebula Carina adalah sebuah awan gas yang sangat besar dan terang di area rasi Carina, lebih terang dan luas dari Nebula Orion. Nebula ini berjarak sekitar 8500 tahun cahaya dari Bumi, terletak di rasi Carina di sebelah Barat dari rasi Crux (atau Salib Selatan). Nebula Carina adalah salah satu area pembentukan bintang aktif yang dapat diamati.

Bagian terang yang berwarna kemerahan dari nebula ini adalah emisi dari hidrogen yang menandakan adanya gas hidrogen terionisasi pada daerah tersebut. Terdapat banyak bintang panas yang baru terbentuk di area tersebut yang memanaskan gas-gas hidrogen tersebut. Nebula ini adalah tempat dari beberapa bintang yang terang dan bermassa besar, termasuk bintang Eta Carinae, HD 93129A, WR22 dan beberapa bintang kelas O yang memiliki massa lebih dari 50 kali massa Matahari.

Bintang Eta Carinae (HD 93308) adalah sistem bintang yang sangat terang, dan terdiri atas dua bintang. Bintang ini memiliki riwayat yang eruptif. Pada awal abad ke-19, kecerlangan bintang ini bertambah cukup pesat, dari magnitudo 4 hingga menjadi magnitudo -1 pada 1843, dan menjadi bintang paling terang kedua setelah Sirius pada kala itu. Untuk sekarang, kecerlangan Eta Carinae setara dengan 4 juta kali kecerlangan Matahari, dan memiliki massa 120 kali massa Matahari.

Bintang HD 93129 adalah bintang kelas O yang paling dekat dengan Bumi. Bintang ini terdiri atas 3 bintang yang semuanya adalah bintang kelas O yang sangat panas dan memiliki massa yang sangat besar.

Terdapat pula bintang WR 22 yang terdiri atas dua bintang bermassa besar (bintang primer kelas WR (Wolf-Rayet)dengan massa sekitar 74-78 kali massa matahari, bintang sekunder kelas O dengan 21-27 kali massa matahari)yang mengorbit satu sama lain selama 80 hari. Bintang kelas Wolf-Rayet dapat dikatakan sangat unik. Spektrum dari bintang ini menunjukkan temperatur yang sangat tinggi, garis lebar Helium terionisasi, dan juga garis Karbon dan Nitrogen terionisasi. Hal ini menunjukkan terdapat pembentukan elemen-elemen berat di permukaannya, habisnya hidrogen sebagai bahan awal fusi bintang, dan juga angin bintang yang kuat.

Nebula ini juga mengandung delapan gugus terbuka, seperti Collinder 228, Trumpler 16, dan Trumpler 14 yang merupakan gugus paling padat di nebula tersebut. Gugus-gugus terbuka ini adalah sekumpulan bintang-bintang muda yang baru saja lahir.

Profil Gambar
Teleskop: Lunt Engineering 80 ED f/7 + iOptron CEM60
Kamera: Canon 5D Mark IV
Lokasi: Rooftop GLT 2 Kampus ITERA
Waktu: 22 April 2020, 22.07-23.20 WIB
Citra terkalibrasi dan ditumpuk, 105 x 30 detik ISO 800, diproses menggunakan APP, Adobe Lighroom, & PhotoEditor

Pengamat : Aditya A. Yusuf, Dirya Andriyan


Tinggalkan Komentar



Languages

Partners

instagram feed

No images found!
Try some other hashtag or username

Current Moon Phase


Full Moon
Full Moon

The moon is currently in Capricorn
The moon is 14 days old

Distance: 59 earth radii
Ecliptic latitude: -1 degrees
Ecliptic longitude: 287 degrees
Joe's
Copyright © 2016 UPT TIK - Institut Teknologi Sumatera (ITERA)
           
Translate ┬╗