cat ninja unblocked tipobet ko cuce istanbul escort

UPT OAIL

"Unit Pelaksana Teknis Observatorium Astronomi ITERA Lampung"

               

Messier 31 – Galaksi Andromeda


September 3rd, 2020 | Posted by: oail


Ratusan miliyar tahun yang lalu, sebuah dentuman besar telah membentuk galaksi-galaksi di alam semesta. Galaksi terdiri dari milyaran bintang-bintang mengorbit pada pusat massa galaksi. Andromeda, merupakan salah satu galaksi yang terungkap oleh sekelompok astronom yang disebut-sebut sebagai galaksi berbentuk spiral dan kanibal karena terletak berdekatan dengan galaksi Bimasakti dan aktif melahap galaksi-galaksi kecil di sekitar untuk menjadikannya menjadi lebih besar. Hal tersebut membuat galaksi yang berukuran raksasa memiliki tiga kali lebih banyak bintang daripada galaksi Bimasakti. Terdapat sekitar satu triliun bintang yang didominasi oleh bintang-bintang biru yang panas, hal tersebut diungkap dari teleskop angkasa luar Hubble.

Fakta menarik Andromeda memiliki dua inti yang disebut P1 dan P2. Beberapa astronom menentukan bahwa inti tsb bukan benar-benar dua bagian, tapi hanya sekelompok bintang miring yang mengorbit sekitar lubang hitam supermasif. Bintang-bintang di P1 mengikuti orbit elips di sekitar lubang hitam dan menghabiskan sebagian besar waktu mereka bersinar di daerah luar, membuat wilayah tersebut tampak cerah. Inti kedua ada karena bintang-bintang bergerombol saat mendekati lubang hitam.

Andromeda dapat dengan mudah dilihat dengan mata telanjang dari Bumi dan ditemukan di rasi Andromeda. Jika melihat ke langit malam utara antara _Great Square of Pegasus_ dan asterisme “W” Cassiopeia (konstelasi bintang dengan pola W, berbentuk V). Dibentuk V tersebut mengarah ke galaksi Andromeda. Jauh dari sekadar pemandangan indah di langit, galaksi Andromeda adalah obyek kosmos yang mengesankan dan bergejolak. Bahkan diperkirakan akan bertabrakan dengan Bimasakti bertahun-tahun ke depan.

Messier 31 – Andromeda Galaxy 

Waktu Pengamatan: 21 Agustus 2020, 23.45-01.56 WIB

Lokasi Pengamatan: Rooftop Gedung C Kampus ITERA

Teleskop: Lunt Engineering 80 mm ED f/7

Kamera: Canon 5D Mark IV

Filter : –

Filter Wheel : –

Mount: iOptron ZEQ25-GT

Guider: Meade finderscope 8 x 50 + ZWO ASI 178 MM

Profil Gambar

Captured using Astro Photography Tool, guided using PHD2.

Dark, bias, flat, dark flat applied.

52 x 2 menit ISO 800

Processed using AstroPixelProcessor, Adobe Lightroom Mobile and PhotoEditor, Topaz Denoise AI

Pengamat : Aditya Abdilah Yusuf, Hendra Agus Prastyo


Tinggalkan Komentar



Bahasa

Kerjasama

Copyright © 2016 UPT TIK - Institut Teknologi Sumatera (ITERA)