UPT OAIL

"Unit Pelaksana Teknis Observatorium Astronomi ITERA Lampung"

               

Pengamatan Gerhana Matahari Sebagian 21 Juni 2020


Juni 22nd, 2020 | Posted by: oail


Tim ekspedisi Gerhana Matahari UPT Observatorium Astronomi ITERA Lampung saat sedang melakukan observasi fenomena Gerhana Matahari Sebagian. Minggu, 21 Juni 2020, Kondisi langit mendung berawan, terkadang gerimis, sehingga Tim harus membuka tutup teleskop untuk mengamankan teleskop dari rintik hujan.

Tim OAIL tiba di Kotabumi sekitar pukul 12.30 WIB, kemudian mulai memasang alat sekitar 13.30 WIB. Naas, setelah alat terpasang pada 14.00, ternyata Matahari tertutup dan sempat hujan gerimis sekitar pukul 14.20 WIB. Tim pun mulai melakukan streaming sejak pukul 14.30 WIB. Kolaborasi siaran dengan MY-UNIVASE pun berjalan lancar melalui platform Streamyard. Streaming OAIL melalui YouTube juga mendapatkan respons dan lumayan banyak ditonton oleh masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia.

Pada saat mendekati gerhana, sekitar pukul 14.55, Matahari tertutup oleh awan tipis. Hingga pada saat kontak pertama pada pukul 14.57, Matahari terlihat tertutup awan tipis, akan tetapi teleskop masih bisa mengabadikannya. Kemudian pada saat puncak gerhana, pada pukul 15.07 WIB, langit masih mendung, tim kami pada akhirnya berhasil mengabadikan Gerhana Matahari Sebagian ini sekaligus melakukan streaming ke YouTube dan StreamYard dengan MY-UNIVASE. Foto gerhana 0,03% ini menjadi salah satu yang paling unik di kolaborasi MY-UNIVASE, satu-satunya foto Gerhana Matahari yang diambil di zona paling pinggir dari daerah yang dilewati Gerhana. Sampai akhir gerhana, 15.15 tim terus melakukan pengambilan gambar dan streaming, dan kemudian diakhiri pada pukul 15.30 WIB.

Fenomena gerhana Matahari terjadi ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari. Hal ini menyebabkan piringan matahari, dilihat dari Bumi, tertutup sebagian atau seluruhnya bergantung pada posisi di permukaan Bumi apakah di daerah bayangan umbra atau penumbra.

Berdasarkan posisi Bulan diantara Bumi dan Matahari dan posisi pengamat di permukaan Bumi, terdapat empat jenis gerhana matahari. Gerhana matahari total, gerhana matahari cincin, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari hibrida.

Tim ITERA saat mengamati Gerhana matahari Sebagian (GMS). Fenomena ini terjadi ketika bulan berada tidak tepat di tengah-tengah garis antara matahari dan bumi, atau pengamat berada pada bayangan penumbra, sehingga jika diamati hanya sebagian matahari yg tertutupi Bulan. Di Lokasi observasi tim ITERA yaitu kota bumi lampung utara hanya terkena bayangan bulan sebesar 0.03%, kecil sekali sehingga dengan pengamatan biasa atau hanya menggunakan kacamata matahari tidak akan terlihat signifikan perbedaannya dengan kondisi biasa. Namun, Pengamatan berhasil saat kondisi puncak, kondisi langit yang mendukung sehingga berhasil mendapatkan citra Gerhana Matahari Sebagian.

Mengapa bisa terjadi fenomena matahari yang berbeda-beda? Hal ini terjadi karena ukuran Matahari yang memiliki jarak 147 hingga 152 juta km dari bumi, terletak sekitar 400 kali lebih jauh dari bumi dibandingkan dengan jarak bulan ke bumi sekitar 362 hingga 405 ribu km dari bumi, dan jari-jari matahari juga sekitar 400 kali lebih besar dibanding bulan.

Karena perbandingan ini hampir sama, bulan dan matahari tampak hampir sama besar di langit bumi, yaitu sebagai bundaran dengan diameter sudut sekitar 0,5 derajat busur. Namun, karena orbit bulan mengelingi bumi serta orbit bumi mengelilingi matahari berbentuk elips dan bukan lingkaran sempurna, jarak ini bisa berubah-ubah. Sehingga ukuran tampak matahari dan bulan pun berubah-ubah. Jika posisinya cukup jauh dari bumi, bulan akan terlihat sedikit lebih kecil sehingga tidak dapat menutupi seluruh matahari. Alhasil, terjadi gerhana matahari cincin. Sebaliknya, jika bulan cukup dekat dengan bumi, maka besarnya akan cukup menutupi seluruh matahari sehingga terjadi gerhana matahari total. [OAIL]

 

Waktu Pengamatan: 21 Juni 2020, 15.08 WIB

Lokasi Pengamatan: Kotabumi, Lampung Utara

Teleskop: Meade SolarMax III 70 mm f/5.7 H-Alpha single stack

Kamera: ZWO ASI 178 MM

Mount: iOptron ZEQ25GT

Profil Gambar

single frame

diproses dengan Adobe Lightroom Mobile dan PhotoEditor


Tinggalkan Komentar



Bahasa

Kerjasama

instagram feed

No images found!
Try some other hashtag or username

Current Moon Phase


Full Moon
Full Moon

The moon is currently in Capricorn
The moon is 14 days old

Distance: 59 earth radii
Ecliptic latitude: -1 degrees
Ecliptic longitude: 287 degrees
Joe's
Copyright © 2016 UPT TIK - Institut Teknologi Sumatera (ITERA)
           
Translate »