UPT OAIL

"Unit Pelaksana Teknis Observatorium Astronomi ITERA Lampung"

               

Pengamatan M20 – Trifid Nebula


Juni 17th, 2020 | Posted by: oail


Apakah anda pernah membayangkan bagaimana sebuah bintang itu terbentuk? Sejak kecil kita selalu ditunjukan kerlap – kerlip bintang di langit oleh orang tua kita, guru, atau mungkin juga dari lirik lagu anak – anak. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, anda mesti tahu terlebih dahulu dimanakah tempat terjadinya pembentukan bintang – bintang. Tepat terjadinya pembentukan bintang – bintang baru dikenal sebagai obyek Nebula. Salah satu nebula terkenal yang mudah kita amati yaitu M20 atau lebih dikenal sebagai Trifid Nebula merupakan salah satu nebula yang menjadi obyek penelitian mengenai pembentukan bintang-bintang baru. Obyek langit yang memiliki magnitudo permukaan 6.3 mag/(arcsec^2) dan terletak 9.000 tahun cahaya dari Bumi ini terletak di rasi Sagittarius ini dan ditemukan oleh Charles Messier pada tahun 1764. Charles Messier mengkatalogkannya pada urutan obyek ke 20, oleh karena itu sering kita temukan obyek ini disebut dengan M20.

Bagi para penikmat keindahan obyek langit di malam hari. Trifid Nebula mudah untuk diamati dengan menggunakan teleskop, binokuler, maupun kamera DSLR pada rentang bulan Juni hingga Agustus. Karena nebula ini terletak di arah di dekat pusat Galaksi Bima Sakti (arah Sagittarius), biasanya kita dapat melihatnya pada foto-foto bentangan pusat Bima Sakti. UPT OAIL berhasil mengabadikannya dalam bentuk komposit gambar monokrom yang diambil melalui teleskop dan kamera pada filter RGB.

Keunikan dari nebula ini adalah terdapatnya 3 jenis nebula di dalamnya. Warna merah yang tampak pada gambar merupakah nebula emisi yang berasal dari gas panas Hidrogen atau biasanya disebut dengan daerah H II, warna biru merupakan nebula refleksi yang merupakan nebula yang terlihat karena cahaya pantulan dari bintang-bintang terang di latar depan (lebih dekat dengan Bumi), dan kemudian nebula gelap yang berwarna hitam yang merupakan debu-debu molekuler antar-bintang.

Daerah H II adalah daerah di angkasa luar yang mengandung banyak Hidrogen terionisasi dan panas, yang juga menjadi tanda adaanya lahirnya bintang-bintang baru. Bintang baru yang memiliki suhu yang tinggi mengionisasi hidrogen di sekitarnya dan hidrogen tersebut memancarkan cahaya pada panjang gelombang merah. Kita dapat melihat banyaknya bintang – bintang baru yang terbentuk hingga membentuk grup atau kumpulan bintang, berukuran massif dan terang menuju pusat nebula. Bintang – bintang tersebut memancarkan radiasi ultraviolet yang secara dramatis juga akan mempengaruhi struktur dan evolusi nebula, serta daerah sekitarnya. Di sisi lain, pembentukan bintang akan terhenti di sekitar bintang – bintang terang dan yang tersisa hanya gas dan debu seperti yang kita lihat pada gambar tersebut.

Bagaimana cara menemukan obyek ini? Pastikan Anda mencari di malam yang gelap dengan sedikit polusi cahaya. Untuk bulan Juni-Juli objek ini terbit di arah timur tenggara pada kisaran pukul 19.00, dengan waktu pengamatan terbaik sekitar pukul 23.00 pada posisi hampir di atas kepala. Carilah rasi bintang Sagittarius yang terletak di sebelah timur dari rasi Scorpio (yang lebih mudah ditemukan). Anda juga dapat menggunakan aplikasi peta bintang untuk mencari rasi ini. Aplikasi seperti Stellarium, Google Sky Map, atau SkyEye dapat membantu Anda menemukan rasi bahkan nebula ini. Pasanglah aplikasi ini di perangkat digital Anda. Kemudian sesuaikan waktu dan lokasi pada aplikasi tersebut. Untuk menemukan nebula ini, pertama temukan corong Teapot yang terkenal di bagian barat Sagittarius. Teapot hanyalah pola bintang, bukan seluruh rasi bintang. Meskipun demikian, kebanyakan orang lebih mudah membayangkan Teapot daripada hewan Centaurus yang seharusnya menggambarkan rasi Sagitarius. Kemudian arahkan ke utara sedikit. Di sanalah kita dapat menemukan Nebula Trifid ini. [Tim OAIL]

Messier 20 – Trifid Nebula 

Waktu Pengamatan: 14 Juni 2020, 22.00-03.00 WIB

Lokasi Pengamatan: Rooftop Gedung C Kampus ITERA

Teleskop: Lunt Engineering 80 mm ED f/7

Kamera: ZWO ASI 178 MM

Filter : ZWO LRGB 1.25″

Filter Wheel : ZWO EFW

Mount: iOptron ZEQ25-GT

Guider: Meade finderscope 8 x 50 + ZWO ASI 178 MM

Profil Gambar

L 10 x 3 menit
R 16 x 3 menit
G 11 x 3 menit
B 10 x 3 menit
0 gain, 25 offset

Difoto menggunakan Astro Photography Tool dan dibantu dengan PHD2. Terkalibrasi dark, bias, flat, dan dark flat. Diproses menggunakan AstroPixelProcessor, Adobe Lightroom Mobile, PhotoEditor, Topaz Denoise AI.

Pengamat : Aditya A. Yusuf


Tinggalkan Komentar



Bahasa

Kerjasama

instagram feed

No images found!
Try some other hashtag or username

Current Moon Phase


Full Moon
Full Moon

The moon is currently in Capricorn
The moon is 14 days old

Distance: 59 earth radii
Ecliptic latitude: -1 degrees
Ecliptic longitude: 287 degrees
Joe's
Copyright © 2016 UPT TIK - Institut Teknologi Sumatera (ITERA)
           
Translate »