UPT OAIL

"Unit Pelaksana Teknis Observatorium Astronomi ITERA Lampung"

               

Press Release Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020


Juni 17th, 2020 | Posted by: oail


PRESS RELEASE

17 Juni 2020

GERHANA MATAHARI CINCIN 21 JUNI 2020

 

Unit Pelaksana Teknis Observatorium Astronomi ITERA Lampung telah melaksanakan berbagai kegiatan pengamatan fenomena astronomi sejak tahun 2017 termasuk fenomena gerhana. UPT OAIL berhasil melakukan pengamtan Gerhana Matahari Sebagian pada 26 Desember 2019 yang lalu dan melakukan steraming melalui Youtube.

Pada tanggal 21 Juni 2020 akan terjadi Gerhana Matahari Cincin di sebagian wilayah Afrika, Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Timur dan Asia Tenggara. Untuk wilayah Indonesia tidak akan mengalami Gerhana Matahari Cincin, akan tetapi hanya dapat menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian dan tidak seluruh bagian wilayah Indonesia yang dapat melihatnya.

Untuk Gerhana Matahari Sebagian pada tanggal 21 Juni 2020 kali ini, kita tidak dapat mengamatinya di Bandar Lampung. Oleh karena itu, UPT OAIL akan mengirim tim ekspedisi pengamatan gerhana matahari sebagian ke Kotabumi, Lampung Utara.

Pada pengamatan Gerhana Matahari 21 Juni 2020 kali ini, UPT OAIL akan tergabung dalam kerjasama MY-EAUNIVASE (MY– East Asia UNIVerse Awareness Solar Eclipse, https://apadilangit.com/my-eaunivase/) yang diprakarsai oleh  Apadilangit (Universe Awareness Malaysia) dan didukung oleh  National Planetarium of Malaysia, Universe Awareness (Leiden University), National Outreach Coordinator IAU (NOC IAU). Kerjasama ini akan melakukan streaming gerhana Matahari dari seluruh daerah kontributor meliputi Brunei Darussalam, Indonesia, Jepang, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan dan Thailand) melalui Youtube dan Facebook.

Berkaitan dengan adanya wabah COVID-19 yang sedang terjadi di Indonesia, sesuai protokol nasional, UPT OAIL tidak akan melaksanakan pengamatan untuk masyarakat umum untuk menghambat penularan dari wabah ini dengan physical distancing. Kendati demikian, UPT OAIL melakukan streaming kondisi pengamatan melalui kanal YouTube UPT OAIL: https://tinyurl.com/youtube-oail, dan juga melalui media sosial instagram: @oail.itera. Bagi masyarakat umum yang ingin memantau kondisi pengamatan, silahkan masuk melalui ke kedua platform tersebut.

Gambar di atas adalah peta lokasi yang dapat mengamati Gerhana Matahari pada tanggal 21 Juni 2020. Garis yang berwarna merah tua dapat melihat Gerhana Matahari Cincin. Sedangkan area yang berwarna lebih muda, hanya dapat melihat Gerhana Matahari Sebagian termasuk Indonesia. Lokasi yang pertama dapat melihat gerhana ini adalah Afrika Tengah, kemudian menyusur garis ke arah timur hingga area yang paling akhir adalah di Asia Timur – Samudera Pasifik.

Hampir seluruh wilayah Indonesia dapat melihat Gerhana Matahari Sebagian. Daerah yang tidak dapat melihat Gerhana Matahari Sebagian ini antara lain di Lampung Bagian Selatan, Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan sebagian Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bagian Matahari yang tertutup oleh Bulan bervariasi tergantung dari lokasi pengamatan. Mulai dari hampir 0% hingga 43 % di Kepulauan Talaud di Sulawesi Utara yang menjadi lokasi pengamatan terbaik di Indonesia.

Untuk di Provinsi Lampung, hanya sebagian daerah yang dapat mengamati Gerhana Matahari Sebagian. Lokasi yang dapat menikmati fenomena ini antara lain adalah: Kotabumi, Terbanggi Besar, Bandar Jaya, Metro, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji, Lampung Utara, dan Lampung Timur. UPT OAIL berencana melakukan pengamatan di Kotabumi dengan total gerhana 0.03% dan akan melakukan streaming melalui media sosial.

Berikut ini adalah tabel waktu kejadian Gerhana Matahari Sebagian pada tanggal 21 Juni 2020 di beberapa daerah di Provinsi Lampung.

UPT OAIL merekomendasikan untuk tidak pernah menatap matahari secara langsung dalam waktu yang lama, karena dapat mengakibatkan kerusakan jaringan pada mata. Kami sangat merekomendasikan untuk menggunakan kacamata matahari, filter matahari, maupun kamera lubang jarum dalam pengamatan gerhana matahari. Jangan menggunakan kacamata las, disket, maupun lembaran x-ray karena masih kurang mengurangi intentistas cahaya matahari.

 

Pengamatan akan menggunakan teleskop H-Alpha Meade Coronado SolarMax III 70mm f/5.7 dan kamera CMOS monokrom zwo asi 178 mm.

press release ini dapat diunduh di sini


Tinggalkan Komentar



Bahasa

Kerjasama

instagram feed

No images found!
Try some other hashtag or username

Current Moon Phase


Full Moon
Full Moon

The moon is currently in Capricorn
The moon is 14 days old

Distance: 59 earth radii
Ecliptic latitude: -1 degrees
Ecliptic longitude: 287 degrees
Joe's
Copyright © 2016 UPT TIK - Institut Teknologi Sumatera (ITERA)
           
Translate »