cat ninja unblocked tipobet ko cuce istanbul escort

UPT OAIL

"Unit Pelaksana Teknis Observatorium Astronomi ITERA Lampung"

               

Venus, Sang Dewi Cinta di Pagi Hari


Agustus 18th, 2020 | Posted by: oail


Dewi cinta nan panas di Tata Surya tampil pada awal Juli di arah Timur ketika fajar sebelum Matahari terbit. Yups.. Planet Venus, kerap dikenal bintang kejora paling terang di Tata Surya, planet kedua terdekat dari Matahari memiliki radius 0,9 kali radius Bumi. Massa dari planet ini juga tidak terlalu jauh dari Bumi, sekitar 0,82 kali massa Bumi, dan percepatan gravitasi permukaan yang juga tidak terlalu berbeda, sekitar 0,9 kali dari permukaan Bumi.

Berbeda dari kenampakannya yang cantik di langit, ternyata planet Venus tidak seperti yang kita bayangkan. Rerata suhu permukaanya sekitar 464°C. Meski lebih jauh, suhu Venus lebih tinggi dari Merkurius. Suhu yang tinggi di planet Venus ini disebabkan oleh adanya pengumpulan radiasi panas oleh efek rumah kaca yang terjadi di Venus. Atmosfer Venus yang kebanyakan terdiri atas karbon dioksida (96,5%) inilah yang menyebabkan kenaikan temperatur ini. Panas dari Matahari yang terperangkap menjadi susah untuk lepas ke luar angkasa dan terus memantul ke permukaannya, akibatnya suhu permukaan akan naik. Tekanan atmosfer di permukaan Venus juga cukup tinggi, sekitar 92 kali tekanan atmosfer di permukaan Bumi.

Venus juga memiliki awan-awan yang tebal yang berasal dari senyawa asam sulfat. Awan asam sulfat ini memantulkan banyak cahaya Matahari dan juga ketebalan awannya menghalangi kita untuk melihat permukaan planet ini.

Karena orbit Venus yang lebih dekat ke Matahari, kita dapat melihat Venus dengan fase-fase seperti Bulan (fase setengah, sabit, dan cembung)


Tinggalkan Komentar



Bahasa

Kerjasama

Copyright © 2016 UPT TIK - Institut Teknologi Sumatera (ITERA)